Masa pandemi sekarang ini merupakan sebuah tantangan dan peluang bagi sektor pariwisata. Prioritas wisatawan bergeser pada prioritas protokol kesehatan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, dan Environmental sustainability) sebelum melakukan perjalanan wisata. Keempat hal itu menjadi faktor penting dalam proses pengambilan keputusan memilih destinasi yang akan dikunjungi wisatawan. Dengan prioritas pada protokol kesehatan inilah yang membuat tren wisata saat new normal berubah.
Pelaksanaan protokol kesehatan berbasis CHSE menjadi sebuah hal penting bagi pemerintah terutama sektor pariwisata yang dapat menggerakan roda ekonomi masyarakat. Sejumlah bantuan berupa dana hibah dari pemerintah digelontorkan untuk menstimulus sektor pariwisata. Hal ini dilakukan agar mampu menarik lebih banyak minat wisatawan disaat pandemi dengan penerapan protokol kesehatan di berbagai tujuan wisata.
Dana Hibah Bagi Pelaku Usaha Pariwisata
Pemberian hibah kepada para pelaku usaha pariwisata diharapkan akan mampu mendorong peningkatan kepercayaan masyarakat untuk tetap berwisata. Kunjungan ke tempat wisata ini tentunya disertai dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat pada objek-objek umum. Penerapan protokol kesehatan menjadi sebuah tren dan keharusan pada semua sektor usaha tanpa terkecuali sektor pariwisata. Hal ini dikarenakan pada sektor pariwisata lebih banyak melibatkan interaksi antar manusia.
Kementrian kesehatan telah mengeluarkan Keputusan Menteri Kesehatan No. HK.01.07-MENKES-382-2020 tentang Protokol Kesehatan Bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum Dalam Rangka Pencegahan COVID-19. Panduan-panduan yang diberikan akan menjadi rambu-rambu yang harus dipatuhi bersama agar timbul rasa aman dan nyaman ketika berwisata. Terlebih disaat pandemi Covid-19 seperti ini, rasa aman dan nyaman sangat dibutuhkan untuk tidak menyurutkan antusias masyarakat dalam berwisata. Semakin meningkat jumlah wisatawan akan berdampak pula pada pergerakan dan peningkatan sektor ekonomi lainnya.
Perilaku Traveling Saat New Normal
Kecenderungan masyarakat tetap melakukan perjalanan wisata dengan patuh pada aturan protokol kesehatan menjadikan masyarakat lebih selektif dalam memilih tujuan wisata. Pada saat pandemi dan situasi new normal masyarakat masih cenderung memilih destinasi wisata domestik dibandingkan wisata luar negeri. Hal ini dikarenakan adanya berbagai pembatasan yang sangat ketat jika akan melakukan perjalanan wisata keluar negeri. Di saat new normal, tren wisata seperti ini tentu menjadi sebuah keuntungan yang baik.
Keuntungan ini tentu harus dimanfaatkan bagi para pelaku usaha pariwisata domestik untuk dapat mendorong wisatawan berkunjung ke tempat-tempat wisata. Walaupun jumlah kunjungan wisatawan domestik belum sepenuhnya pulih seperti sebelum pandemi, tetapi dengan berbagai keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan dengan protokol kesehatan yang diterapkan akan meningkatkan antusias masyarakat untuk melakukan perjalanan. Tren perilaku perjalanan wisata yang berubah di saat new normal ini menurut survey yang dilakukan oleh pegi-pegi memperlihatkan prioritas berwisata ke daerah tujuan domestik.
source: Riset Pegi-pegi
protokol kesehatan pariwisata smart tourism tren wisata new normal


