skota.idskota.id
  • Home
  • Services
    • Masterplan
    • Infrastructure
      • Internet
      • Data Center
      • Cloud Services
      • Command Center
    • Socialization
      • WiFi Marketing
      • Digital Signage
      • Videotron
  • Solutions
    • SKOTA Data
    • SKOTA Wisata
    • Smart Campus
      • Smart Campus Mobile Apps
      • Smart Campus SIAKAD
      • Smart Campus ERP
      • Smart Campus E-Learning
    • Analytics
      • Lintasarta Intelligent Video Analytics (IVA)
  • About Us
  • Contact Us
  • Blog
October 19, 2020 by Berliantino Muhamad
covid-19, e-learning, Smart Campus

Bagaimanakah Persiapan Aplikasi Kampus Digital di Indonesia?

Bagaimanakah Persiapan Aplikasi Kampus Digital di Indonesia?
October 19, 2020 by Berliantino Muhamad
covid-19, e-learning, Smart Campus

Pandemi Covid-19 yang melanda dunia dan Indonesia sejak Februari 2020 seolah menjadi accelerator dilakukannya transformasi digital di berbagai industri termasuk di dunia pendidikan dimana kampus-kampus akan bertransformasi menjadi Kampus Digital. Penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) menjadi salah satu driver-nya. Namun sudah siapkah Perguruan Tinggi di Indonesia untuk bertransformasi menjadi Kampus Digital? Sudah siapkah kita bersaing dengan Perguruan Tinggi dari luar negeri yang mungkin akan lebih banyak menerima mahasiswa asing karena sudah tidak ada batasan lokasi?

Kampus Sudah Tidak Lagi Sama

Dengan semakin majunya teknologi, membuat berbagai limitasi menjadi hilang. Limitasi jumlah mahasiswa dalam 1 kelas, limitasi jarak mahasiswa untuk kuliah di lokasi tertentu akan hilang sendirinya seiring dengan teknologi yang semakin maju.

Digital Campus akan jauh berbeda dari keadaan kampus saat ini

Berikut adalah berbagai kebiasaan yang tidak lagi menjadi sesuatu yang wajib, yang menjadi cikal bakal atau ciri dari Kampus Digital Modern.

  1. On demand digital content.

    Dengan menggunakan Learning Management System (LMS), mahasiswa dapat mempelajari sebuah materi tanpa terikat waktu dan jarak. Mahasiswa dapat mengakses materi kapan saja dan dimana saja selama memiliki koneksi internet yang baik.

  2. Kampus tidak melekat berdasarkan geografi.

    Dulu kita mengenal bahwa ITB adalah kampus di Bandung, atau ITS adalah sebuah kampus di Surabaya. Ke depannya, yang melekat pada nama sebuah kampus (campus labeling) adalah jurusan keahliannya saja. Mungkin saja akan ada banyak mahasiswa Indonesia yang tertarik dengan bisnis, kuliah di Harvard Business School namun tetap berlokasi di Indonesia.

  3. (Beberapa) Sistem kuliah berdasarkan roadmap keahlian.

    Sistem perkuliahan akan berubah, tidak lagi ditentukan berdasarkan jumlah SKS dan harus dilalui selama 7-9 semester. Mahasiswa yang mengambil beberapa bidang keahlian mungkin hanya membutuhkan beberapa materi untuk “tersertifikasi”. Sesuatu yang sebenarnya lebih dibutuhkan di dunia kerja. Hal inilah yang dikonsepkan oleh Google, yang berencana untuk mengeluarkan sertifikasi keahlian yang benar-benar dibutuhkan di dunia kerja.

Dengan banyaknya kebiasaan atau ‘keharusan’ dalam perkuliahan yang akan berubah, tentunya Perguruan Tinggi di Indonesia harus menyiapkan strategi yang matang menjadi kampus digital untuk bisa bersaing dengan kampus lainnya, terutama kampus-kampus dari luar negeri.

Apa saja yang perlu disiapkan oleh Perguruan Tinggi untuk menuju Digital Campus ?

  1. Infrastruktur, dengan infrastruktur yang baik sistem aplikasi digital campus dapat berjalan dengan baik. Selain membutuhkan Server dan Data Center, perguruan tinggi juga perlu menyiapkan keamanan jaringan agar data yang tersimpan tidak dapat diakses oleh orang orang yang tidak berwenang.
  2. Akses Internet, untuk mengakses semua sistem aplikasi baik sistem akademik, elearning, sistem administrasi, dan video conference dibutuhkan koneksi internet yang stabil.
  3. Sistem Aplikasi, Aplikasi yang berjalan harus dapat diakses kapanpun dan tidak boleh terdapat downtime akibat lonjakan pengguna, maka dari itu dibutuhkan infrastruktur yang handal. Aplikasi yang dibutuhkan kampus antara lain : Sistem Akademik, sistem eLearning, sistem webminar / video conference, perpustakaan online, sistem ujian online, dan eCertificate.
  4. Konten Pembelajaran yang interaktif dibutuhkan agar mahasiswa dapat menyerap dan memahami materi dengan baik. Konten harus selalu up-to-date dan kreatif agar menarik. Bentuk konten pembelajaran bisa bermacam macam, bisa berbentuk artikel, materi presentasi, dan video kreatif.
4 Hal yang harus disiapkan oleh Kampus untuk menjadi Kampus Digital

Untuk menjalankan berbagai strategi tersebut untuk menjadi kampus digital tentulah tidak mudah. Ada banyak kendala yang umum dihadapi oleh berbagai Perguruan Tinggi di Indonesia.

Kendala apa saja yang dihadapi ?
  1. Investasi Infrastruktur dan sistem aplikasi. Perguruan tinggi belum memiliki infrastruktur dan aplikasi yang dapat menunjang Digital Campus, hal ini dapat disolusikan dengan teknologi infrastruktur dan sistem aplikasi berbasis cloud, agar pihak kampus tidak perlu mengelola secara mandiri dan dapat menikmati layanan tersebut dengan cepat.
  2. Adanya ancaman serangan siber (cyber attack) terhadap aplikasi dan infrastruktur Digital Campus. Pihak kampus perlu melakukan hardening infrastruktur dan sistem aplikasi yang dimiliki agar ketersediaan dan keamanan data dapat terjamin.
  3. Menyiapkan teknologi monitoring ujian online. Dalam melakukan ujian masuk atau ujian mahasiswa berbasis online, dibutuhkan teknologi untuk menangkal kemungkinan kecurangan yang dilakukan oleh peserta ujian.
  4. Perguruan tinggi tidak memiliki pembuat konten pembelajaran yang menarik. Banyak dosen yang menggunakan materi pembelajaran yang sama bertahun – tahun, dibutuhkan konten pembelajaran yang menarik, bisa dalam bentuk video pembelajaran seperti online course agar mahasiswa dapat belajar secara mandiri dan memahami materi yang disampaikan dengan lebih baik.
  5. Mahasiswa perlu biaya tambahan untuk akses internet dan memiliki perangkat yang mendukung pembelajaran jarak jauh. Banyak kendala akses internet di pelosok negeri karena kurangnya pemerataan akses internet. Banyak juga mahasiswa kurang mampu yang membutuhkan kuota internet untuk melakukan video conference maupun membuka materi pembelajaran di elearning. Hal tersebut sudah menjadi masalah dasar yang timbul akibat pembelajaran jarak jauh, harapannya ada solusi dari pemerintah atau solusi lain agar semua mahasiswa di Indonesia dapat mengakses internet dengan baik dan lancar. 
Solusi yang dapat diberikan

Kendala tersebut tentulah bukan sesuatu yang mustahil untuk ditaklukan. Lintasarta sebagai penyedia teknologi Smart Campus akan membantu kampus-kampus di Indonesia mulai dari tahapan perencanaan, penyediaan infrastruktur handal, dan aplikasi yang teruji, dengan detail sebagai berikut:

  1. Solusi layanan infrastruktur berbasis cloud untuk memberikan kemudahan dalam mengelola infrastruktur
  2. Sistem Aplikasi Digital Campus yang end-to-end dan integrasi.
  3. Sistem Aplikasi dapat dibangun sebagai Saas (Software as a Service) untuk mendapatkan biaya yang lebih murah karena beban biaya ditanggung oleh beberapa perguruan tinggi dan seluruh perguruan tinggi yang bergabung dapat melakukan sharing konten pembelajaran dengan perguruan tinggi lainnya.

Tertarik menggunakan layanan Lintasarta? Hubungi kami di sini untuk tahu info lebih lengkapnya atau kunjungi halaman produk Lintasarta Smart Campus untuk informasi lebih detail.

digital campus future campus online learning smart campus

Previous articleInilah Tren Teknologi pasca Pandemi Covid-19 dan New NormalTren Teknologi Pasca Pandemi Covid-19 dan New NormalNext article Inilah 5 Manfaat Thermal Camera Bagi Rumah Sakit

Categories

  • Augmented Reality
  • Command Center
  • covid-19
  • e-learning
  • Intelligent Video Analytics
  • IoT
  • Portofolio
  • Smart Campus
  • Smart City
  • Smart Farmer
  • Smart Platform
  • Smart Tax
  • Smart Tourism
  • Thermal Camera

Recent Posts

  • Lebih Efektif Mana: Kuliah Online vs Offline (Tatap Muka)
  • Pemanfaatan Big Data Untuk Mengelola Sistem Transportasi
  • Pemerataan Infrastruktur Untuk Terciptanya Smart & Sustainable City
  • Peran Teknologi Sensor IoT dalam Memantau Polusi Udara
  • Apa Saja Tantangan Perluasan Jaringan Internet di Indonesia

Tags

aplikasi AR cctv Command Center covid covid-19 dashboard digital campus dss e-learning e-tax faktor sukses indonesia integrasi iot kampus digital kualitas kuliah online Lintasarta LMS manfaat monitoring new normal pajak pajak daerah pariwisata pembelajaran jarak jauh pendapatan pendapatan daerah pendidikan petani platform sensor skota smart campus smart city smart farm Smart Platform smart tax smart tourism tantangan teknologi thermal video analytics VR
SKOTA.ID BY LINTASARTA - 2020

Tentang SKOTA

SKOTA adalah brand resmi untuk layanan Smart City dari Lintasarta

Brochure

  • Lintasarta Smart City
  • Lintasarta Smart Campus
  • Categories

    • Augmented Reality
    • Command Center
    • covid-19
    • e-learning
    • Intelligent Video Analytics
    • IoT
    • Portofolio
    • Smart Campus
    • Smart City
    • Smart Farmer
    • Smart Platform
    • Smart Tax
    • Smart Tourism
    • Thermal Camera

    Recent Posts

    • Lebih Efektif Mana: Kuliah Online vs Offline (Tatap Muka)
    • Pemanfaatan Big Data Untuk Mengelola Sistem Transportasi
    • Pemerataan Infrastruktur Untuk Terciptanya Smart & Sustainable City