skota.idskota.id
  • Home
  • Services
    • Masterplan
    • Infrastructure
      • Internet
      • Data Center
      • Cloud Services
      • Command Center
    • Socialization
      • WiFi Marketing
      • Digital Signage
      • Videotron
  • Solutions
    • SKOTA Data
    • SKOTA Wisata
    • Smart Campus
      • Smart Campus Mobile Apps
      • Smart Campus SIAKAD
      • Smart Campus ERP
      • Smart Campus E-Learning
    • Analytics
      • Lintasarta Intelligent Video Analytics (IVA)
  • About Us
  • Contact Us
  • Blog
October 14, 2021 by Lintasarta
IoT, Smart Platform

Pemanfaatan Big Data Untuk Mengelola Sistem Transportasi

Pemanfaatan Big Data Untuk Mengelola Sistem Transportasi
October 14, 2021 by Lintasarta
IoT, Smart Platform

Saat ini, kemacetan sudah menjadi masalah bagi sistem transportasi di seluruh kota-kota di Indonesia. Tidak hanya di Jakarta, kota-kota seperti Malang dan Yogyakarta disebutkan oleh laporan Bank Dunia pada 2019 sebagai kota-kota dengan rasio waktu kemacetan tertinggi. Jika tidak dikelola dengan baik, kemacetan akan menjadi salah satu penghambat kemajuan suatu daerah. Diperlukan sebuah terobosan dengan bantuan teknologi untuk menyelesaikan masalah kemacetan. Big Data adalah salah satu solusi untuk mengelola sistem transportasi. Bagaimana caranya?

Masalah kemacetan di kota ini menjadi penting karena Indonesia sedang mengalami urbanisasi besar-besaran. Menurut proyeksi Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 56,7% penduduk Indonesia tinggal di kota, dan persentase ini diperkirakan akan melonjak menjadi 66,6% pada 2035. Warga yang mengalami kemacetan ini bisa mengalami masalah seperti menderita stres dan mengalami penurunan kesehatan. Selain itu kemacetan juga menyumbang peningkatan tingkat polusi di perkotaan.

Karena desakan masalah kemacetan ini, pembenahan sistem transportasi dan lalu lintas menjadi semakin penting bagi pemerintah kota di Indonesia. Pemerintah sudah mulai dengan pembangunan sistem transportasi masal seperti Commuter Line di Jakarta Raya dan Yogyakarta-Surakarta, serta pembangunan sistem BRT (Bus Rapid Transport). Skema ganjil-genap di Jakarta sudah lama diterapkan untuk mengurangi kemacetan di jalur jalan-jalan utama. Namun, usaha pemerintah ini tidak selalu membuahkan hasil.

Baca Juga: Teknologi dan Masalah Sistem Transportasi Darat di Indonesia

BRT di Jakarta, misalnya, dianggap cukup sukses, dengan statistik sekitar 900 ribu orang per hari sebelum pandemi. Namun, di luar Jakarta, implementasi BRT belum berjalan seperti harapan. Skema pembatasan mobilitas seperti ganjil-genap juga masih sering mengundang protes dari masyarakat.

Untuk dapat merumuskan dan menerapkan kebijakan lalu lintas dan sistem transportasi umum dengan lebih baik, salah satu langkah yang dapat diambil pemerintah kota antara lain adalah bantuan dari teknologi informasi dan komunikasi (Information and Communication Technology atau ICT). Dengan kata lain, dengan menerapkan konsep kota pintar atau Smart City.

Pemanfaatan IoT dan Data

Smart City dapat dilihat sebagai kota yang menggunakan sistem teknologi informasi sebagai “jaringan saraf digital”, dari berbagai sensor yang terpasang di seluruh penjuru kota dan sumber-sumber informasi lainnya. Kita juga dapat mendefinisikan Smart City sebagai kota yang cerdas dalam menciptakan inovasi dalam hal pelayanan dan komunikasi terhadap penduduknya. Pada akhirnya konsep Smart City bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup warganya.

Penggunaan IoT (Internet of Things) adalah salah satu kunci penerapan konsep Smart City. Perangkat IoT sudah digunakan untuk berbagai keperluan, misalnya, lampu jalan pintar, kamera video pengintai, pemantau banjir, kualitas udara, lampu lalu lintas pintar, dan pemantauan transportasi umum.

Baca Juga: Bagaimana Peran Teknologi IoT dalam Memantau Polusi Udara

Penerapan IoT ini pada gilirannya dapat menghasilkan data dalam jumlah besar. Data ini dapat dimanfaatkan oleh pemerintah kota untuk meningkatkan dan mengoptimasi layanan, strategi dan kebijakannya, beserta data dari sumber-sumber lainnya. Optimasi layanan, strategi, dan kebijakan ini juga dapat diterapkan kepada sektor transportasi dan lalu lintas.

Sebagai contoh, manajemen sistem transportasi di London dan Barcelona memanfaatkan data yang dikumpulkan secara real-time dari lampu lalu lintas pintar. Sistem cerdas ini memproses data yang diperoleh dari sensor yang terpasang pada lampu lalu lintas. Hasilnya adalah lalu lintas yang lebih lancar dibandingkan sebelumnya.

Di Barcelona pergerakan transportasi publik dipantau dari sensor GPS (Global Positioning System) yang dipasang di kendaraan umum, serta sistem lampu lalu lintas pintar, dapat digunakan untuk memprioritaskan transportasi publik dan layanan darurat seperti ambulans.

Lebih jauh lagi, data yang diperoleh dari perangkat IoT ini dapat dimanfaatkan untuk perencanaan rute bus. Jaringan bus di Barcelona didasarkan pada analisis lalu lintas di dalam kota.

Halte juga ditempatkan untuk memungkinkan koneksi antara rute bus dan moda transportasi lainnya seperti metro, sepeda, dan trem. London dan Barcelona juga memanfaatkan data mobilitas penduduk dari aplikasi ponsel yang dipasang warga untuk memantau lalu lintas serta memanfaatkan layanan transportasi publik.

Baca Juga: Jenis Teknologi Penanggulangan Banjir di Beberapa Negara

Untuk mengatasi kemacetan, sudah seharusnya pemerintah kota di Indonesia mulai mengambil pendekatan berbasis data dalam mengelola dan merencanakan sistem transportasi. Ini dapat dirintis dengan menggunakan platform Smart City yang mengintegrasikan data, pemantauan IoT, dan analytics secara terpadu, seperti solusi SKOTA Data by Lintasarta.

SKOTA Data by Lintasarta adalah solusi Smart City yang dapat membantu para pemimpin kota dalam memantau, mengelola, dan menganalisis kota berdasarkan data yang terintegrasi, sehingga mereka mampu menentukan kebijakan secara efektif dan efisien. Untuk mengetahui lebih lanjut solusi SKOTA Data byLintasarta, silakan hubungi kami.

big data iot kemacetan transportasi

Previous articlePemerataan Infrastruktur Untuk Terciptanya Smart & Sustainable CitySmart & Sustainable CitiesNext article Lebih Efektif Mana: Kuliah Online vs Offline (Tatap Muka)Kuliah Online vs Offline

Categories

  • Augmented Reality
  • Command Center
  • covid-19
  • e-learning
  • Intelligent Video Analytics
  • IoT
  • Portofolio
  • Smart Campus
  • Smart City
  • Smart Farmer
  • Smart Platform
  • Smart Tax
  • Smart Tourism
  • Thermal Camera

Recent Posts

  • Lebih Efektif Mana: Kuliah Online vs Offline (Tatap Muka)
  • Pemanfaatan Big Data Untuk Mengelola Sistem Transportasi
  • Pemerataan Infrastruktur Untuk Terciptanya Smart & Sustainable City
  • Peran Teknologi Sensor IoT dalam Memantau Polusi Udara
  • Apa Saja Tantangan Perluasan Jaringan Internet di Indonesia

Tags

aplikasi AR cctv Command Center covid covid-19 dashboard digital campus dss e-learning e-tax faktor sukses indonesia integrasi iot kampus digital kualitas kuliah online Lintasarta LMS manfaat monitoring new normal pajak pajak daerah pariwisata pembelajaran jarak jauh pendapatan pendapatan daerah pendidikan petani platform sensor skota smart campus smart city smart farm Smart Platform smart tax smart tourism tantangan teknologi thermal video analytics VR
SKOTA.ID BY LINTASARTA - 2020

Tentang SKOTA

SKOTA adalah brand resmi untuk layanan Smart City dari Lintasarta

Brochure

  • Lintasarta Smart City
  • Lintasarta Smart Campus
  • Categories

    • Augmented Reality
    • Command Center
    • covid-19
    • e-learning
    • Intelligent Video Analytics
    • IoT
    • Portofolio
    • Smart Campus
    • Smart City
    • Smart Farmer
    • Smart Platform
    • Smart Tax
    • Smart Tourism
    • Thermal Camera

    Recent Posts

    • Lebih Efektif Mana: Kuliah Online vs Offline (Tatap Muka)
    • Pemanfaatan Big Data Untuk Mengelola Sistem Transportasi
    • Pemerataan Infrastruktur Untuk Terciptanya Smart & Sustainable City