Pembatasan perjalanan semasa pandemi Covid-19 memukul telak industri pariwisata Indonesia. Padahal sektor pariwisata merupakan sektor andalan pemasukan devisa dan penggerak ekonomi daerah. Lumpuhnya sektor ini mengakibatkan ribuan pekerja harus kehilangan mata pencaharian. Hitungan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Industri pariwisata, kerugian yang terjadi setidaknya mencapai US$1,5 miliar atau setara Rp21 triliun sejak Januari 2020 akibat pandemi Covid-19.
Memasuki fase new normal sektor pariwisata menjadi sektor utama fokus pemulihan. Kemenparekraf optimis bahwa pariwisata akan pulih tetapi butuh waktu. Strategi yang dipakai dalam masa pemulihan diantaranya secara bertahap membuka berbagai destinasi wisata unggulan, Bali didapuk sebagai piloting place pemulihan sektor pariwisata melalui program CHS (Clean, Health, Safety).
Dua ikon pariwisata Indonesia, yaitu Bali dan Yogyakarta mulai membuka diri dari wisatawan, baik wisatawan lokal ataupun mancanegara.
Di Bali, pariwisata dibuka dalam beberapa tahap, yaitu: tanggal 9 Juli 2020 pembukaan khusus untuk wisatawan lokal, kemudian pada 31 Juli 2020 mulai dibuka untuk wisatawan nusantara atau domestik sedangkan wisatawan mancanegara akan mulai diperbolehkan masuk pada 11 September 2020.
Sedangkan pada bulan Juli 2020 ini pariwisata di Yogyakarta juga mulai dibuka secara bertahap. Simulasi untuk memastikan SOP dan destinasi wisata pun telah dilakukan. Di kawasan Maliobro setiap pengunjung diwajibkan untuk mengisi data dengan memindai QR Code. Sedangkan di wisata keraton yakni Pagelaran Keraton Yogyakarta, Museum Kereta Keraton, Tamansari, dan area Keben jumlah wisatawan dan jam operasional dibatasi, rata-rata pengunjung harus menunggu kurang lebih 10 menit untuk mendapat giliran masuk.
Di Jawa Tengah sebanyak 103 dari 690 daya tarik wisata sudah mulai beroperasi. Salahnya satunya adalah Candi Borobudur yang tutup sejak 15 Maret 2020 untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19. Area yang sudah dibuka adalah Zona I Candi Borobudur dan pengunjung di area ini dibatasi jumlahnya paling banyak 20 orang dengan pendampingan oleh seorang pemandu.
Saat ini berbagai sektor pariwisata baik itu perhotelan, objek wisata, tempat hiburan, dan seni pertunjukkan sedang berusaha keras untuk memastikan keamanan, keamanan, dan kepercayaan wisatawan. Mereka antusias menyambut kedatangan kembali para wisatawan domestik maupun mancanegara. Jadi setelah berbulan-bulan diam dirumah saja, kapan Anda akan mulai kembali berwisata?
Lintasarta menyediakan layanan SKOTA Wisata yang merupakan solusi lengkap di bidang pariwisata, mulai dari penyediaan infrastruktur jaringan, informasi tempat wisata, rencana perjalanan dan pembelian tiket tempat wisata. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut tentang SKOTA Wisata, silakan mengunjungi halamanĀ SKOTA Wisata atauĀ hubungi kami.


